Selama 11 tahun, J&T Express sebagai perusahaan pengiriman berskala global bergerak menghubungkan masyarakat melalui pengiriman barang dari pintu ke pintu. Semakin lama berdampingan dengan masyarakat, J&T Express melihat pentingnya dampak yang ditinggalkan seiring perusahaan terus melaju. Lewat aktivitas operasional yang luas, J&T Express turut andil dalam keberlanjutan yang diwujudkan melalui J&T Express
Sustainability Impact Program (J&T SIP), inisiatif untuk lingkungan sekaligus menciptakan manfaat sosial.
Inisiatif utama dalam program ini adalah mengolah kembali seragam operasional kurir yang sudah tidak digunakan menjadi produk baru yang memiliki nilai dan fungsi. Seragam yang sebelumnya digunakan oleh para kurir dalam menjalankan aktivitas sehari-hari telah melalui serangkaian proses pembersihan sebelum menjadi berbagai produk, mulai dari pouch, reusable bag, bag charm, hingga notebook cover.
Dalam keseluruhan prosesnya, J&T Express bermitra dengan Liberty Society, social enterprise bersertifikasi B Corp.
Bagi J&T Express, seragam bukan sekadar pakaian kerja. Selama bertahun-tahun, seragam menjadi bagian dari keseharian para kurir yang berinteraksi langsung dengan pelanggan di berbagai daerah. Karena itu, ketika masa pakainya berakhir, J&T Express melihat adanya kesempatan untuk memberikan fungsi baru pada material tersebut, dibandingkan menjadikannya limbah.
“Sebagai perusahaan logistik, aktivitas kami sehari-hari tidak terlepas dari penggunaan seragam sebagai bagian dari operasional. Ketika masa pakai seragam sudah berakhir, kami melihat adanya kesempatan untuk mengolahnya kembali menjadi sesuatu yang tetap memiliki fungsi dan nilai, daripada berakhir sebagai limbah.” ujar Herline Septia selaku Brand Manager J&T Express dalam keterangan resminya Rabu (9/9/2026).
Melalui inisiatif ini, sebanyak 146kg limbah tekstil berhasil diolah menjadi merchandise kit. Proses upcycling tersebut juga diperkirakan menghindari 1,25 ton emisi CO₂e, setara dengan emisi yang dihasilkan dari perjalanan mobil berbahan bakar bensin sejauh kurang lebih 5.000 kilometer.
Dampak program ini juga dirasakan di sisi sosial. J&T Express menggandeng Liberty Society untuk melibatkan perempuan perajin dari komunitas marginal dalam proses produksi. Selama proses produksi, kolaborasi tersebut telah menciptakan sekitar 1.488 jam kerja produktif, sekaligus memberikan kesempatan ekonomi dan mendukung pengembangan keterampilan para perempuan perajin.
“Bagi kami, keberlanjutan tidak berhenti pada bagaimana mengurangi limbah, tetapi juga bagaimana menciptakan manfaat yang lebih luas. Karena itu, yang ingin kami ciptakan bukannhanya sekadar produk baru, tetapi juga nilai dan manfaat yang terus berlanjut, termasuk bagi masyarakat yang terlibat dalam prosesnya,” lanjut Herline.
Melalui J&T SIP, J&T Express terus mengeksplorasi berbagai cara untuk menerapkan prinsip keberlanjutan dalam aktivitas perusahaan. Inisiatif ini menjadi salah satu langkah J&T Express
untuk mengurangi dampak lingkungan dari material yang digunakan sekaligus mendukung pemberdayaan komunitas.
Dari seragam yang telah selesai digunakan, tercipta produk-produk baru dengan fungsi yang berbeda. Bagi J&T Express, langkah sederhana tersebut menjadi bagian dari upaya untuk menjalankan bisnis dengan cara yang lebih bertanggung jawab dengan mempertimbangkannmanfaat bagi lingkungan dan masyarakat secara bersamaan. (FA)
