by

Film “Ada Apa dengan Cinta?” Siap Hadir Dengan Perspektif Baru

Di tengah kehidupan modern yang dipenuhi rutinitas dan berbagai distraksi, kesempatan untuk benar-benar terkoneksi dengan orang-orang terdekat sering kali menjadi semakin terbatas. Padahal, koneksi adalah bagian penting dalam setiap hubungan, baik itu dengan keluarga, sahabat, ataupun pasangan. Di sinilah bahasa cinta jadi cara universal untuk menunjukkan perhatian, membangun kedekatan, dan menjaga hubungan tetap bermakna.

Terkait itu, sekaligus tepat satu dekade setelah sekuel film “Ada Apa dengan Cinta?” (AADC) ditayangkan, Royco menghadirkan kelanjutan perjalanan Cinta dan Rangga melalui film pendek berjudul “Bahasa Cinta yang Beda” yang dibintangi Dian Sastrowardoyo, Sissy Prescillia dan disutradarai Teddy Soeria Atmadja. Diluncurkan secara perdana dalam acara gala premiere di XXI Epicentrum Jakarta, film ini mengajak semua orang ungkapkan bahasa cinta melalui perhatian sederhana yang dilakukan secara tulus dan konsisten – termasuk lewat sepiring “Omelette Cinta” dengan sentuhan rasa gurih mantap dari Royco Bumbu Kaldu Rasa Ayam Kampung.

Nuning Wahyuningsih, Head of Marketing Foods Unilever Indonesia menyampaikan sebagai brand yang selama puluhan tahun mendampingi masyarakat menghadirkan momen-momen penuh makna melalui masakan, Royco percaya bahwa kegiatan memasak adalah salah satu bahasa cinta sederhana yang dapat dilakukan siapa saja.

“Perlu disadari juga, bahasa cinta tidak selalu membutuhkan kata-kata indah ataupun gestur yang grande karena justru sering kali perhatian terasa paling bermakna ketika hadir lewat hal-hal kecil yang konsisten kita lakukan. Maka, Royco ingin menginspirasi bahwa masakan sehari-hari sebetulnya bisa jadi cara menunjukkan perhatian dan kembali membangun koneksi dengan orang-orang terdekat,” jelas Nuning Wahyuningsih kepada Rekan Media saat ditemui di Epicentrum, Kuningan Jakarta Jumat (11/9/2026).

Untuk menerjemahkan pesan tersebut, Royco mengangkat memasak Omelette sebagai simbol bahasa cinta yang beda, sederhana, namun personal karena yang membuat sebuah jadi hidangan istimewa adalah perhatian di balik proses pembuatannya. Hidangan sesimpel sepiring Omelette bisa merepresentasikan presence seseorang yang rela berhenti sejenak dari kesibukan untuk meluangkan waktu memasaknya; kepekaan dalam memahami selera orang tersayang – baik itu bahan favorit, tingkat kematangan, atau cara penyajiannya; hingga terciptanya quality time saat memasak maupun menikmatinya bersama.

Apalagi, Omelette yang lezat tidak membutuhkan resep yang kompleks, melainkan sentuhan kecil yang membuat rasanya lebih istimewa. Karena konsistensi adalah bagian penting dari bahasa cinta, kehadiran Royco Bumbu Kaldu Rasa Ayam Kampung memberikan rasa gurih mantap yang konsisten di setiap sajian Omelette, menjadikannya sebagai bahasa cinta untuk semua orang yang ingin memperkuat koneksi di antara mereka.

Membawa pesan ini lebih dekat ke masyarakat, Royco berkolaborasi dengan salah satu kisah cinta paling ikonik di Indonesia, AADC. Setelah sekuelnya terakhir dirilis di 2016, perjalanan Cinta dan Rangga kini dilanjutkan melalui perspektif yang lebih fresh dalam film pendek “Bahasa Cinta yang Beda”. Jika selama ini kisah Cinta dan Rangga begitu lekat dengan puisi sebagai medium untuk menyampaikan perasaan, di film ini Royco mengajak masyarakat melihat bahwa seiring waktu, cinta juga dapat diungkapkan dengan cara berbeda, termasuk lewat masakan.

Bagi Dian Sastrowardoyo, kembali memerankan Cinta adalah pengalaman yang istimewa, “AADC selalu punya tempat spesial di hati aku, jadi excited banget bisa mendapat kesempatan untuk melanjutkan chapter hubungan Cinta dan Rangga. Kali ini kita tidak lagi melihat mereka dalam fase mencari atau menemukan cinta, tetapi setelah bertahun-tahun menjalani kehidupan bersama – ada rutinitas, kesibukan, dan jarak yang membuat koneksi antara mereka terasa semakin datar. Tanpa banyak spoiler, menurutku ceritanya sangat relatable untuk semua hubungan, dan aku harap film ini bisa mengingatkan kita supaya tidak terpaku pada bagaimana cinta ‘seharusnya’ ditunjukkan, justru kita harus terus menemukan bahasa cinta yang selama ini ada, tapi sering kali tidak kita sadari.”

Teddy Soeria Atmadja selaku sutradara ikut berbagi tentang proses kreatif di balik pembuatan film pendek ini, “Tantangan terbesarnya adalah bagaimana mempertahankan karakter dan dinamika Cinta-Rangga yang sudah sangat familiar, namun menempatkan mereka dalam fase kehidupan yang lebih matang. Film pendek ini bukan mengulang romantisme AADC yang lalu, tetapi mengeksplorasi betapa cinta dan cara mengekspresikannya ikut berubah seiring perjalanan sebuah hubungan. Ceritanya sengaja dibangun melalui situasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, sehingga selain tetap mempertahankan elemen nostalgia bagi penggemar AADC, film ini juga membawa sudut pandang baru yang relevan dengan dinamika hubungan masa kini.”

Film pendek ini banyak mengeksplorasi momen-momen yang lebih sederhana antara Cinta dan Rangga, salah satunya bagaimana “Omelette Cinta” secara seamless hadir sebagai representasi bahasa cinta antara keduanya.

“Kami harap film pendek ‘Bahasa Cinta yang Beda’ dapat menginspirasi semua orang untuk kembali menghangatkan koneksi dengan orang-orang terdekat melalui bahasa cinta yang lebih bermakna. Seperti ‘Omelette Cinta’ dengan Royco Bumbu Kaldu Rasa Ayam Kampung; sebuah masakan sederhana yang bisa menjadi cara untuk menunjukkan perhatian, kasih sayang, dan menciptakan kenangan bersama,” tutup Nuning.

Film pendek “Bahasa Cinta yang Beda” dapat disaksikan mulai 14 September 2026 melalui kanal YouTube Royco Indonesia @RoycoIndonesia. Kolaborasi ini juga akan dilanjutkan hingga akhir tahun dengan berbagai kejutan istimewa dari Royco untuk para penggemar AADC di seluruh Indonesia. (FA)