by

Singapore Tourism Board dan Traveloka Dorong Wisatawan Asia Tenggara dan Australia Berkunjung ke Singapura

Indonesia merupakan pasar wisatawan terbesar kedua bagi Singapura, dengan sekitar 2,4 juta kunjungan wisatawan sepanjang 2025.

Terkait itu, Singapore Tourism Board (STB) dan Traveloka secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk memperbarui kemitraan strategis mereka dalam memperkuat promosi Singapura sebagai destinasi pilihan bagi wisatawan Indonesia, serta empat pasar utama lainnya yaitu Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Australia.

Dengan demikian, Singapura juga secara konsisten menjadi salah satu destinasi luar negeri yang paling banyak dipilih wisatawan Indonesia di Traveloka, dengan minat yang terus meningkat. Seiring berlanjutnya kolaborasi antara STB dan Traveloka, kedua pihak akan memperkuat fokus dalam menghadirkan beragam inspirasi perjalanan melalui event dan pengalaman wisata di Singapura. Kolaborasi ini akan membantu lebih banyak keluarga Indonesia mewujudkan minat tersebut menjadi perjalanan yang mudah direncanakan dalam satu platform.

Perjanjian ini memperpanjang kemitraan jangka panjang antara STB dan Traveloka yang telah terjalin melalui kesepakatan pada April 2019, Mei 2022, dan Januari 2024. Untuk pertama kalinya, ruang lingkup kolaborasi ini diperluas dengan mencakup pasar Australia, sebagai salah satu pasar strategis bagi kedua organisasi, serta memperkuat promosi berbagai acara (events marketing) dan pengalaman (experiences) guna memanfaatkan
posisi Singapura sebagai destinasi unggulan untuk hiburan dan pertunjukan berskala internasional.

Melalui kemitraan ini, STB dan Traveloka akan berkolaborasi dalam empat area utama, yaitu: Kampanye pemasaran bersama (co-branded campaign) untuk mempromosikan Singapura melalui platform Traveloka; Konten perjalanan yang membantu wisatawan menemukan beragam pengalaman di Singapura; mendorong perjalanan wisata yang terhubung dengan beragam event yang berlangsung sepanjang tahun di Singapura; serta
berbagi wawasan perjalanan berbasis data yang telah dikumpulkan dengan tetap menjaga privasi pengguna untuk membantu STB menyusun strategi pemasaran Singapura yang lebih
relevan di setiap pasar. Melalui jangkauan regional dan pemahaman mendalam terhadap perilaku konsumen, Traveloka berperan mendukung upaya Singapura dalam memperkuat posisinya sebagai destinasi pilihan wisatawan.

Kemitraan ini juga sejalan dengan kampanye global STB bertajuk “We Don’t Wait For Fun”, yang menargetkan wisatawan muda di awal karier serta keluarga muda dengan anak untuk mendorong minat mereka menikmati pengalaman berlibur di Singapura.

“Perpanjangan kemitraan ini mencerminkan pentingnya Asia Tenggara dan Australia bagi sektor pariwisata Singapura, sekaligus menunjukkan kuatnya hubungan jangka panjang kami dengan Traveloka,” ujar Chief Executive Singapore Tourism Board Melissa Ow dalam keterangan tertulisnya Kamis (16/7/2026).

“Jangkauan Traveloka yang luas serta pemahamannya terhadap perilaku wisatawan di kawasan ini menjadikannya mitra strategis dalam upaya kami meningkatkan kunjungan wisatawan berkualitas dan memastikan Singapura tetap menjadi destinasi yang ingin dikunjungi kembali,” imbuhnya.

Co-founder Traveloka Albert mengatakan Singapura merupakan salah satu destinasi favorit bagi para pengguna kami, dan minat perjalanan terus menunjukkan pertumbuhan di berbagai pasar. Peran kami adalah menjadi mitra tepercaya yang  menghubungkan wisatawan dengan pengalaman perjalanan terbaik melalui jangkauan audiens yang luas, insight konsumen, serta pengalaman pemesanan terintegrasi yang membantu STB menyampaikan cerita Singapura kepada wisatawan yang tepat.

“Setelah lebih dari setengah dekade bekerja sama, perpanjangan kemitraan ini menjadi bukti kepercayaan yang telah kami bangun bersama,” ucap Albert.

Kolaborasi ini juga membuka peluang untuk menghadirkan cara kerja baru di masa mendatang. Kedua pihak akan mengembangkan promosi yang selaras dengan kalender acara Singapura, serta mengeksplorasi bagaimana wawasan berbasis data dan teknologi AI yang terus berkembang dapat mendukung penyampaian cerita destinasi dan membantu wisatawan menemukan berbagai konten inspiratif, dengan tetap mengikuti prinsip tata kelola data dan perlindungan privasi yang telah disepakati. Sebagai platform berbasis data, Traveloka melihat hal ini sebagai bagian dari perkembangan cara pemasaran destinasi modern yang akan diterapkan di berbagai wilayah di kawasan ini. (FA)