by

IHG Dukung Babak Baru Pertumbuhan Pariwisata Indonesia

Dari Bulan Januari hingga Bulan Agustus 2026, Indonesia mencatat 10,58 juta kunjungan wisatawan mancanegara, naik 5,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara perjalanan wisatawan nusantara mencapai 842 juta perjalanan, tumbuh 4,2% dibandingkan periode yang sama dan menjadi capaian tertinggi untuk periode tersebut sejak 2019.

Menangkap fenomema tersebut, IHG Hotels & Resorts (IHG) terus memperkuat kehadirannya di Indonesia seiring meningkatnya permintaan perjalanan dan upaya Indonesia memperkuat posisinya sebagai destinasi pariwisata global. Dengan hampir 50 hotel yang telah beroperasi dan berada dalam pipeline pengembangan, mencakup hampir 10.000 kamar, IHG memperluas jaringan hotel di destinasi yang sudah berkembang maupun destinasi baru. IHG juga menghadirkan brand dan pengalaman baru untuk mendukung pertumbuhan pariwisata Indonesia ke tahap berikutnya.

Selain itu, industri perhotelan juga menunjukkan perkembangan positif. Hotel-hotel di Indonesia mencatat rata-rata tarif harian (average daily rate/ADR) sebesar US$78, naik 12,3% dibandingkan tahun sebelumnya. Pendapatan per kamar tersedia (revenue per available room/RevPAR) mencapai US$47, meningkat 9,8%, dengan tingkat okupansi hotel sekitar 60%.

Indikator ini menunjukkan adanya peluang bagi industri seiring meningkatnya permintaan perjalanan dan minat wisatawan terhadap pengalaman menginap berkualitas yang menawarkan pengalaman lebih bermakna.

Memanfaatkan Peluang Pertumbuhan di Asia Pasifik

Asia Pasifik merupakan salah satu pendorong utama pertumbuhan perjalanan global, didukung oleh meningkatnya kelas menengah, daya beli, serta tren perjalanan yang semakin berorientasi pada pengalaman. Sebanyak 91% pertumbuhan kunjungan wisatawan ke kawasan ini berasal dari perjalanan antarnegara di dalam kawasan Asia Pasifik. Bagi IHG, lima dari sepuluh wisatawan utama di kawasan ini berasal dari Australia, Malaysia, Jepang, Singapura, dan Korea Selatan.

Tren ini membuka peluang besar bagi Indonesia. Peningkatan infrastruktur dan konektivitas transportasi dapat membuka akses ke lebih banyak destinasi, seiring meningkatnya minat wisatawan untuk mencari pengalaman yang unik dan autentik.

Vivek Bhalla, Managing Director, Southeast Asia & Korea, IHG, mengatakan pertumbuhan pariwisata kini semakin bergerak ke kawasan Timur, dan Indonesia memiliki berbagai potensi untuk mendapatkan manfaat dari perubahan ini. Keanekaragaman alam dan budaya yang luar biasa, konektivitas yang terus membaik, serta salah satu pasar perjalanan domestik terbesar di kawasan yang menjadi fondasi kuat bagi pertumbuhan jangka panjang.

“Perjalanan domestik merupakan penggerak utama industri pariwisata Indonesia, sementara permintaan dari wisatawan mancanegara juga terus meningkat. Dengan semakin mudahnya akses ke berbagai destinasi, terdapat peluang besar untuk mendorong wisatawan menjelajahi lebih banyak wilayah Indonesia dan memperluas manfaat pariwisata ke berbagai daerah,” jelas Vivek Bhalla kepada Rekan Media di Jakarta Rabu (4/11/2026).

Memperluas Jaringan di Destinasi yang Sudah Berkembang dan Destinasi Baru

  1. Dengan fokus pemerintah pada pariwisata berkualitas dan diversifikasi destinasi, terdapat peluang untuk memperluas kegiatan pariwisata ke luar destinasi yang sudah berkembang, seperti Bali.

Saat ini, IHG mengoperasikan 35 hotel dengan total 7.096 kamar di Indonesia dan memiliki 13 hotel tambahan dengan 2.494 kamar dalam pipeline pengembangan. Jaringan IHG mencakup 11 destinasi, yaitu Jakarta, Bali, Bandung, Surabaya, Semarang, Batam, Bintan, Lampung, Labuan Bajo, Cikarang, dan Kalimantan Selatan. IHG juga berencana memperluas jaringan ke Medan, Yogyakarta, Puncak, dan Lombok.

Ekspansi IHG didukung pendekatan berbasis klaster dan destinasi, dengan membangun portofolio berbagai brand yang saling melengkapi di pasar-pasar utama. Pendekatan ini memungkinkan skala operasional yang lebih besar, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperkuat kemitraan jangka panjang dengan pemilik hotel, sekaligus mendukung ekosistem pariwisata lokal.

Vivek mengatakan, “Bali akan terus menjadi salah satu destinasi pariwisata unggulan di Asia, tetapi sejumlah peluang pertumbuhan terbesar juga terdapat di destinasi yang sedang berkembang. Kami melihat daya tarik yang semakin besar pada lima Destinasi Super Prioritas beserta kota yang menjadi jalan masuk, termasuk Medan, Yogyakarta, Lombok, Manado, dan Labuan Bajo, serta destinasi baru dan berkembang seperti Puncak, Bogor, Lampung, dan Belitung.”

“Kami ingin tumbuh bersama Indonesia dengan menghadirkan brand dan pengalaman yang tepat di destinasi yang semakin diminati wisatawan untuk dijelajahi.”

Portofolio Brand untuk Beragam Kebutuhan Wisatawan

Selain memperluas jaringan hotel, IHG menawarkan beragam pengalaman melalui brand di segmen luxury, premium, dan mainstream untuk memenuhi berbagai kebutuhan dan tujuan perjalanan.

Hotel Indigo merupakan brand IHG dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia. Saat ini, terdapat tiga hotel yang telah beroperasi di Bandung, Bintan, dan Bali, serta enam hotel dalam pipeline pengembangan, termasuk di Yogyakarta dan Ubud. Pendekatan neighbourhood storytelling yang diterapkan brand ini mengambil inspirasi dari komunitas di sekitar hotel dan sejalan dengan kekayaan budaya Indonesia yang beragam.

Bagi wisatawan yang mencari pengalaman menginap modern dan praktis, Holiday Inn Express Bandung Braga yang dibuka tahun ini merupakan hotel pertama di kawasan East Asia & Pacific yang menerapkan desain generasi kelima dari brand tersebut. Konsep ini memadukan desain kontemporer, ruang untuk bersosialisasi, serta kamar modern yang sesuai dengan kebutuhan wisatawan masa kini.

Segmen luxury dan lifestyle juga menjadi bagian penting dari strategi pertumbuhan IHG di Indonesia. Tigaperempat hotel dalam pipeline pengembangan IHG berada di segmen ini, dengan brand seperti Six Senses, Regent, InterContinental, Kimpton, Vignette Collection, dan Hotel Indigo.

Salah satu pembukaan brand yang dinantikan adalah Kimpton Suntaya Bali Ubud, yang dijadwalkan dibuka pada akhir 2026. Hotel ini akan menghadirkan konsep wellness yang khas, dengan fokus pada pemulihan, penyeimbangan kembali, pemulihan kondisi tubuh, serta aktivitas gerak yang dipandu.

Vivek mengatakan, “Wisatawan kini menginginkan lebih dari sekadar tempat untuk menginap. Mereka mencari pengalaman yang memiliki keterkaitan nyata dengan destinasi, baik melalui budaya, kuliner, alam, maupun wellness. Indonesia memiliki potensi luar biasa untuk menghadirkan pengalaman tersebut.

“Keberagaman ini juga membuka ruang bagi kami untuk berkembang di berbagai segmen. Mulai dari Holiday Inn Express hingga Hotel Indigo dan berbagai brand Luxury & Lifestyle kami, IHG dapat menghadirkan pengalaman menginap yang khas dan berkesan bagi setiap wisatawan,” pungkasnya. (Paris)