by

Wise Ungkap Biaya Transaksi ATM Internasional di Destinasi Liburan Favorit

Jika Anda memiliki rencana untuk berlibur ke luar negeri di akhir tahun ini 2023 ini. Jangan lupa untuk cerdas mengelola keuangan selama berada di luar negeri, terutama dalam menyiapkan uang tunai.

Beberapa wisatawan memilih untuk tidak membawa uang tunai dalam jumlah banyak saat berwisata ke luar negeri demi keamanan. Salah satu cara yang sering digunakan wisatawan untuk mendapatkan uang tunai adalah dengan melakukan penarikan ATM di destinasi liburan. Nyatanya, menarik uang di ATM luar negeri dikenakan berbagai macam biaya yang seringkali tidak terduga.Umumnya, bank akan mengenakan biaya tetap untuk setiap penarikan.

“Disaat mengatur budget untuk liburan, biasanya banyak orang hanya
mementingkan mendapatkan harga tiket pesawat maupun hotel yang termurah, namun jarang mempertimbangkan biaya yang dikenakan ketika menarik uang tunai dari ATM,” ujar Elian Ciptono, Country Manager, Wise Indonesia dalam keterangan resminya belum lama ini.

“Walaupun kini sudah banyak masyarakat Indonesia yang terbiasa dengan transaksi cashless, nyatanya beberapa destinasi luar negeri masih memerlukan transaksi dengan
uang tunai. Maka dari itu, penting adanya transparansi mengenai biaya ATM karena biaya tersembunyi dapat berdampak pada budget berlibur yang telah disiapkan,” imbuhnya.

Bahkan, hal yang sering tidak kita ketahui, terdapat biaya konversi kurs mata uang Anda ke mata uang lokal yang merupakan persentase dari jumlah penarikan. Bank Anda mungkin juga akan mengenakan biaya tambahan karena penarikan uang dilakukan di luar negeri. Biaya-biaya ini tentu bervariasi, tergantung jenis bank dan akun yang digunakan. Namun ketika diakumulasi, dapat membuat biaya penarikan menjadi lebih mahal dari yang diharapkan.

Biaya ATM di Destinasi Liburan Favorit Warga Indonesia

Biaya ATM dapat bervariasi tergantung dari lokasi, dan ini dapat mempengaruhi pengeluaran selama perjalanan Anda. Hal ini juga menyulitkan wisatawan dalam mengatur keuangan selama perjalanan.

Di beberapa destinasi liburan, biaya yang dikenakan cukup tinggi. Sebagai contoh, biaya penarikan di ATM Turki bisa mencapai 4,4% per transaksi. Sementara di Amerika Serikat biayanya lebih rendah, sekitar 1,81%. Meskipun terdengar murah, biaya ini sebaiknya tidak dianggap sepele. Misalnya Anda menarik $500 USD (sekitar Rp7.752.500), Anda akan dikenakan biaya sekitar Rp150.000. Oleh karena itu, penting bagi wisatawan untuk waspada dengan biaya-biaya ini agar terhindar dari pengeluaran yang tak terduga.

Menangkap fenomena tersebut, Wise telah mengumpulkan informasi rata-rata biaya penarikan ATM di destinasi liburan populer warga Indonesia. Daftar biaya rata-rata penarikan uang tunai dari ATM luar negeri ini mencakup biaya di muka (upfront free) dan biaya tersembunyi seperti margin nilai tukar.

Asia Tenggara

Thailand menjadi tempat paling mahal untuk melakukan penarikan ATM di daftar ini, dengan biaya 2,62% per transaksi. Sebagai ilustrasi, menarik Rp 5.000.000 di Thailand akan menelan biaya Rp131.000. Sementara di Singapura dan Malaysia, biaya penarikan ATM lebih rendah, yaitu 1,41% dan 0,03%.

Asia Timur

Korea Selatan, Jepang, Hong Kong, dan Cina menjadi destinasi populer bagi wisatawan Indonesia. Tentunya destinasi-destinasi tersebut memiliki biaya penarikan ATM yang berbeda-beda. Korea Selatan mengenakan biaya kedua tertinggi setelah Thailand yakni sekitar 2,55% per transaksi. Sementara untuk negara-negara Asia Timur lainnya, Jepang mengenakan biaya yang cukup rendah yakni 0,64%, sedangkan Hong Kong mengenakan 0,05%, dan Cina hanya mengenakan 0,01%.

Amerika Serikat dan Inggris
Amerika Serikat mengenakan biaya 1,81% untuk penarikan ATM, sedangkan Inggris mengenakan 0,16% setiap transaksi.

Elian Ciptono, Country Manager Wise Indonesia, membagikan tips untuk membantu wisatawan Indonesia menghemat anggaran mereka saat berlibur ke luar negeri:

1. Lakukan budgeting dan tukarkan mata uang sebelum berangkat: Rencanakan anggaran liburan Anda jauh-jauh hari dan tukarkan sebagian uang Anda sebelum berangkat. Ini dapat membantu dalam menghindari biaya ATM yang tinggi saat berada di situasi yang mengharuskan Anda untuk membayar dengan uang tunai.

2. Periksa biaya yang dikenakan bank Anda: Untuk menghindari biaya yang tidak diharapkan, sangat penting untuk menggunakan penyedia layanan yang memberikan informasi jelas mengenai biaya yang akan dikenakan. Sebagai alternatif, bank setempat yang bermitra dengan bank Anda umumnya menawarkan biaya penarikan lebih rendah.

3. Hati-hati dengan ATM tanpa logo bank resmi: ATM-ATM tanpa logo ini umumnya terletak di area-area wisata yang seringkali membutuhkan penarikan uang tunai yang cepat. Mereka cenderung mengenakan biaya yang lebih tinggi dibandingkan dengan ATM yang dioperasikan langsung oleh bank.

Maka, sebaiknya Anda menggunakan ATM resmi milik bank. Bila ada beberapa ATM yang berdekatan di suatu area, bandingkanlah biaya yang mereka tawarkan sebelum melakukan penarikan.

4. Minta tolong teman atau keluarga yang tinggal di luar negeri: Jika Anda akan mengunjungi keluarga atau kerabat, Anda dapat mengirim uang kepada mereka terlebih dahulu dengan menggunakan layanan seperti Wise yang terpercaya, cepat, transparan, dan memiliki biaya yang rendah. Mereka dapat membantu Anda untuk menarik uang dari ATM setempat. Cara ini efektif untuk menghindari biaya ATM yang tinggi, biaya transaksi internasional, serta nilai tukar yang kurang menguntungkan. Wise menggunakan kurs tengah (seperti yang sering Anda lihat di Google) dan mengenakan biaya rata-rata 0,67% per transaksi.

“Jika kamu merencanakan liburan akhir tahun ke luar negeri, pastikan Anda lebih memperhatikan biaya-biaya ATM yang cukup mahal, supaya uang Anda tidak terbuang sia-sia,” pungkasnya. (FA)

 

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed