Menandai 15 tahun perjalanannya, Yayasan Ronald McDonald House Charities (Yayasan RMHC) menghadirkan rumah singgah keempat yang berlokasi di Kemanggisan, Jakarta Barat. Dengan kapasitas 66 kamar, Rumah Singgah Kemanggisan menjadi rumah singgah terbesar yang dikelola Yayasan RMHC yang kehadirannya merupakan bentuk upaya mendukung keluarga pasien anak dengan penyakit kronis, khususnya yang didiagnosis Penyakit Jantung Bawaan (PJB), yang tengah menjalani rujukan pengobatan di RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, RSAB Harapan Kita, serta RS Kanker Dharmais.
“Sejak 2011, Yayasan RMHC secara konsisten menghadirkan dukungan yang holistik melalui penyediaan rumah singgah, pendampingan, serta lingkungan yang aman dan suportif bagi keluarga pasien. Seluruh rumah singgah kami rancang sebagai rumah kedua bagi keluarga yang sedang berjuang mendampingi anak menjalani pengobatan jangka panjang. Kami berupaya untuk selalu menempatkan keluarga sebagai bagian penting dari proses penyembuhan pasien anak,” ujar Caroline Djajadiningrat, Ketua Yayasan RMHC kepada Rekan Media di Jakarta Selasa (11/2/2026).
Kehadiran Rumah Singgah Kemanggisan terwujud berkat dukungan lebih dari 300 mitra baik itu mitra strategis, donatur perusahaan, donatur individu, komunitas/instansi serta volunteer dari seluruh Indonesia yang terus menunjukkan semangat gotong royong dan kepedulian. Yayasan RMHC menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berbagi dan menjadi bagian dari upaya membantu keluarga pasien anak melalui berbagai kegiatan seperti Lari untuk RMHC, Padel for Hope, Bear4Love, McHappy Socks Fundraiser, Hyrox for Hope hingga Cinta dalam Sepotong Bata.
Melalui pengalaman mendampingi ribuan keluarga pasien anak dari berbagai daerah yang singgah di Rumah Singgah Lebak Bulus, Rumah Singgah Kiara-RSCM, dan Rumah Singgah Denpasar, Yayasan RMHC melihat besarnya kebutuhan akan fasilitas yang lebih luas, terintegrasi, dan mampu menjangkau lebih banyak keluarga, khususnya anak-anak dengan PJB. Oleh karena itu, sejak tahun 2024 Yayasan RMHC menjalin kemitraan strategis bersama Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) untuk merancang pembangunan Rumah Singgah Kemanggisan. Kolaborasi ini tidak hanya menghadirkan fasilitas pendukung layanan medis, tetapi juga memperkuat edukasi kesehatan, sistem rujukan dan pendampingan bagi keluarga selama masa pengobatan.
“PJB merupakan salah satu penyakit serius pada anak yang memerlukan penanganan jangka panjang dan berkelanjutan. Diperkirakan terdapat sekitar 45.000 bayi lahir setiap tahun dengan PJB, dan sekitar 91% di antaranya berasal dari luar Pulau Jawa. Anak yang mendapatkan dukungan emosional dari keluarga cenderung lebih tenang dan kooperatif selama proses pengobatan. Namun, banyak keluarga dari luar daerah masih menghadapi tantangan besar terkait tempat tinggal dan biaya hidup. Ini mengapa peran fasilitas rumah singgah dari Yayasan RMHC menjadi sangat penting dalam mendukung keberhasilan terapi,” ujar dr. Oktavia Lilyasari, Sp.JP(K), Ketua Pokja Kardiologi Pediatrik dan Penyakit Jantung Bawaan.
Rumah Singgah Kemanggisan merupakan bangunan empat lantai dengan fasilitas meliputi kamar tidur, dapur bersama dan area makan, ruang bermain anak, ruang keluarga, ruang belajar, area ibadah, serta layanan dukungan psikososial dalam lingkungan yang ramah anak dan keluarga. Setiap kamar diperuntukkan bagi satu keluarga guna menjaga privasi dan kenyamanan, dan seluruh layanan diberikan secara gratis agar keluarga dapat fokus pada proses penyembuhan. Rumah singgah ini juga dilengkapi dengan fasilitas antar jemput siaga serta berlokasi dekat dengan rumah sakit mitra untuk memudahkan akses layanan medis.
“Melalui kolaborasi dengan PERKI, kami ingin memastikan bahwa keluarga pasien tidak hanya mendapatkan tempat tinggal sementara, tetapi juga ruang aman yang memberikan dukungan emosional. Ke depan, Yayasan RMHC berkomitmen untuk terus memperkuat standar layanan, sistem rujukan, serta kapasitas tim pendamping agar rumah singgah ini dapat memberikan manfaat maksimal sesuai dengan kebutuhan pasien dan keluarga. Kami juga akan terus mengembangkan program pendukung agar semakin banyak anak dan keluarga dapat merasakan manfaat fasilitas dan layanan yang kami hadirkan, sekaligus membuka lebih banyak kesempatan bagi masyarakat untuk terlibat sebagai donatur,” lanjut Caroline Djajadiningrat, Ketua Yayasan RMHC.
Saat ini, empat rumah singgah yang dikelola Yayasan RMHC secara akumulatif telah menyediakan lebih dari 62.000 malam menginap bagi lebih dari 2.600 keluarga pasien anak dari berbagai daerah di Indonesia. Kehadiran rumah singgah ini memberikan dampak nyata dalam memastikan pasien anak tetap dapat menjalani pengobatan tanpa harus terpisah dengan keluarga akibat keterbatasan jarak dan biaya.
“Kami berasal dari Lampung, dan ketika kami mendengar bahwa anak kami harus menjalani pengobatan intensif karena diagnosis skoliosis di RSUP Fatmawati yang ada di Jakarta, kami sempat kebingungan untuk mencari tempat tinggal yang dekat dengan rumah sakit. Keterbatasan biaya hampir membuat kami terpisah, hingga akhirnya kami mendapatkan rujukan dari pihak rumah sakit untuk menempati Rumah Singgah Lebak Bulus. Tentunya kami sangat bersyukur dan merasa lebih tenang karena bisa selalu dekat dan menjaga anak kami. Kamar khusus untuk setiap keluarga juga membuat privasi kami terjaga, sementara kebersamaan kami membuat anak tidak merasa berada di tempat asing dan tetap merasa nyaman seperti di kamarnya sendiri. Ini sangat membantu menjaga kondisi mentalnya selama menjalani pengobatan,” tutur Martina, Orang Tua Pasien di Rumah Singgah Lebak Bulus.
Sebagai bagian dari komitmen untuk terus menghadirkan dukungan yang berkelanjutan, Yayasan RMHC juga mengajak masyarakat untuk kembali berperan dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan penuh harapan bagi anak-anak yang sedang singgah di Rumah Singgah Kemanggisan melalui kampanye Make it Home. Seluruh donasi yang terkumpul akan digunakan untuk mendukung operasional, perawatan fasilitas, serta peningkatan kenyamanan rumah singgah bagi keluarga pasien. Partisipasi dapat dilakukan melalui berbagai pilihan paket kontribusi mulai dari Rp250.000 hingga Rp2.000.000 melalui tautan s.id/makeithome atau situs resmi Yayasan RMHC di www.rmhc.or.id. Bersama, kita dapat memastikan anak di Indonesia tidak perlu menjalani perjalanan penyembuhan sendirian, karena No Child Heals Alone. (FA)








Comment