Meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga membawa dampak positif bagi kesehatan. Namun, aktivitas tanpa pemanasan memadai maupun manajemen pemulihan seperti pendinginan dapat meningkatkan risiko nyeri otot dan cedera.
Terkait itu, OMRON Healthcare Indonesia memperkuat portofolio solusi terapi nyeri dengan memperkenalkan perangkat terbaru berbasis TENS (Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation) untuk membantu masyarakat mengelola nyeri otot dan sendi secara praktis di tengah tren gaya hidup aktif. Inisiatif ini sejalan dengan komitmen perusahaan menghadirkan inovasi kesehatan berbasis teknologi yang mudah diakses serta relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.
“Kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup aktif terus meningkat, dan kami melihat kebutuhan terhadap solusi pemulihan yang praktis serta berbasis teknologi juga semakin besar. OMRON ingin berkontribusi tidak hanya melalui perangkat kesehatan, tetapi juga dengan mendorong pemahaman bahwa pemulihan merupakan bagian penting dari menjaga kesehatan jangka panjang,” ujar Tomoaki Watanabe, Director OMRON Healthcare Indonesia di acara BukanBersama Media saat ditemui di Agora Mall, Thamrin Jakarta Rabu (4/3/2026).
Seiring meningkatnya partisipasi masyarakat dalam aktivitas olahraga, risiko cedera otot dan sendi juga ikut meningkat. Studi epidemiologi olahraga global seperti Injury Epidemiology in Elite Adult Field-Based Team Sports (ScienceDirect, 2023), menunjukkan cedera cukup umum terjadi saat aktivitas fisik, terutama pada lutut dan pergelangan kaki akibat gerakan repetitif.
Tren ini juga terlihat dari meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga sosial seperti padel, yang mengombinasikan pergerakan cepat, perubahan arah, dan aktivitas raket. Kondisi tersebut menegaskan bahwa peningkatan aktivitas fisik perlu diimbangi dengan pemahaman pencegahan cedera serta pemulihan otot dan sendi yang tepat. Edukasi mengenai manajemen nyeri dan akses terhadap solusi terapi yang praktis menjadi semakin penting agar masyarakat dapat tetap aktif berolahraga secara aman tanpa mengorbankan kesehatan jangka panjang.
Menurut Dr. Ega Jaya, Sp.KFR, AIFO-K, spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi dari Heisei Rehabilitation Clinic, nyeri pasca-aktivitas sering muncul akibat peningkatan intensitas latihan secara mendadak, teknik gerakan yang kurang tepat, atau minimnya pemanasan. “Pendekatan non-farmakologis seperti stimulasi saraf listrik dapat membantu mengurangi persepsi nyeri dan mendukung relaksasi otot, sehingga proses pemulihan menjadi lebih optimal jika digunakan sesuai anjuran,” jelasnya.
Melihat kebutuhan pemulihan yang semakin relevan tersebut, solusi terapi nyeri yang praktis dan dapat digunakan secara mandiri menjadi salah satu opsi yang semakin dipertimbangkan masyarakat.
Sebagai perusahaan global di bidang perangkat kesehatan, OMRON telah lama menghadirkan teknologi terapi nyeri untuk penggunaan rumahan. Melanjutkan komitmen tersebut, OMRON kini memperkenalkan dua perangkat terbaru, OMRON Sport TENS HV-F030 dan OMRON TENS HV-F230, sebagai bagian dari penguatan lini solusi terapi nyeri yang semakin personal, praktis, dan selaras dengan kebutuhan masyarakat aktif saat ini.
OMRON Sport TENS HV-F030 dirancang untuk mendukung pemulihan setelah aktivitas fisik maupun olahraga rutin. Perangkat ini merupakan satu-satunya produk TENS dari OMRON yang memiliki satu bantalan otot dan dua bantalan sendi, sehingga pelanggan dapat menyesuaikan pemasangan bantalan pada bagian tubuh yang nyeri.
Dilengkapi lima mode terapi, 15 tingkat intensitas yang dapat disesuaikan, serta sesi terapi otomatis selama 15 menit, perangkat ini praktis digunakan setelah berbagai aktivitas, mulai dari pekerjaan harian hingga olahraga dengan intensitas cukup tinggi, seperti padel. Desainnya yang ringkas dan portabel juga memudahkan penggunaan kapan saja sesuai kebutuhan.
OMRON Sport TENS HV-F030
Cara merawat bantalan otot dan sendi pada OMRON Sport TENS HV-F030 cukup mudah. Saat daya rekat bantalan mulai melemah, lepaskan bantalan dari kabel terlebih dahulu, lalu bersihkan dengan cara dilap lembut menggunakan kain basah. Setelah itu, letakkan bantalan di wadahnya dan biarkan hingga kering sempurna sebelum digunakan kembali agar kualitas perekat tetap terjaga.
Sementara itu, OMRON TENS HV-F230 menawarkan tingkat kustomisasi terapi yang lebih tinggi. Perangkat buatan Jepang ini cocok digunakan sebagai solusi pereda nyeri bagi pengguna usia lanjut dengan kondisi nyeri kronis, karena stimulasi hingga 1200 Hz memungkinkan jangkauan terapi yang lebih luas dan penetrasi yang lebih dalam.
HV-F230 dilengkapi dengan 12 mode terapi utama, 4 mode tambahan, serta 20 tingkat intensitas, memberikan fleksibilitas dalam menyesuaikan terapi sesuai kebutuhan dan tingkat kenyamanan masing-masing pengguna. Desain antarmuka yang intuitif dengan tampilan layar yang jelas serta kontrol yang sederhana membuat perangkat ini mudah dioperasikan, termasuk bagi pengguna yang baru mencoba terapi nyeri mandiri di rumah.
Long Life Pads pada OMRON TENS HV-F230 dapat dicuci dan digunakan kembali hingga 150 kali pemakaian. Saat daya rekat mulai melemah, lepaskan terlebih dahulu pads dari kabel. Cuci secara perlahan menggunakan ujung jari di bawah air mengalir selama beberapa detik. Pastikan pads benar-benar kering sebelum digunakan kembali atau disimpan agar kualitas perekat dan performanya tetap terjaga.
OMRON TENS HV-F230
Komitmen perusahaan terhadap kesehatan masyarakat Indonesia tidak hanya melalui inovasi produk, tetapi juga melalui edukasi berkelanjutan. OMRON secara aktif meningkatkan literasi kesehatan dan penggunaan perangkat medis rumahan, termasuk melalui jaringan OMRON Experience Center (OEC) di berbagai kota Indonesia yang menyediakan edukasi produk, konsultasi, serta layanan purna jual.
Ke depan, OMRON akan terus memperkuat kontribusinya dalam mendukung masyarakat Indonesia menjalani hidup lebih sehat melalui inovasi teknologi kesehatan, edukasi, dan peningkatan akses terhadap solusi kesehatan terpercaya. Dengan pendekatan tersebut, masyarakat diharapkan dapat mengelola nyeri secara lebih praktis sehingga tetap aktif, produktif, dan menjaga kualitas hidup secara berkelanjutan. (FA)











Comment