Nestlé Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pengelolaan sampah rumah tangga melalui peresmian lima fasilitas Waste Station terbaru hasil kolaborasi dengan Alfamart. Fasilitas yang tersebar di jaringan ritel Alfamart di Jakarta, Bandung, dan Bali tersebut memungkinkan masyarakat untuk dapat menyetorkan sampah anorganik lebih mudah, bahkan di sela aktivitas belanja sehari-hari. Inisiatif ini merupakan kelanjutan dari program Nestlé Indonesia Waste Station yang terus berevolusi dari tahun ke tahun yang dijalankan bersama Rekosistem dalam pengelolaan operasional, termasuk proses pengumpulan dan pemilahan lanjutan, serta didukung oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia dalam mendorong penguatan sistem pengelolaan sampah nasional.
Inisiatif ini turut mendapatkan apresiasi dari Koordinator Pokja Tata Laksana Produsen, Direktorat Pengurangan Sampah dan Pengembangan Ekonomi Sirkular Kementerian Lingkungan Hidup Ujang Solihin Sidik, S.Si., M.Sc, yang menegaskan, mengapresiasi upaya Nestlé Indonesia bersama dengan Alfamart dalam menghadirkan fasilitas Waste Station yang semakin menjangkau masyarakat. Kolaborasi lintas sektor seperti ini menjadi kunci dalam mendorong pengelolaan sampah secara holistik dari hulu ke hilir, sekaligus meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam memilah sampah sejak dari sumbernya. Di saat yang sama, pengelolaan sampah nasional tidak bisa lagi bergantung pada pendekatan konvensional yang berakhir di TPA.
“Diperlukan intervensi nyata dari hulu, termasuk peran aktif produsen dan akses fasilitas yang dekat dengan masyarakat. Inisiatif seperti ini perlu terus diperluas untuk mempercepat pencapaian target pengurangan sampah nasional dan implementasi ekonomi sirkular di Indonesia,” ucap Ujang Solihin Sidik dalam keterangan tertulisnya Kamis (7/5/2026).
Sejak 2018, Nestlé secara konsisten menerapkan pendekatan Packaging Sustainability di seluruh aspek operasional bisnis. Hingga saat ini, lebih dari 95 persen kemasan Nestlé telah dirancang untuk dapat didaur ulang atau digunakan kembali, serta perusahaan terus mengurangi penggunaan resin plastik baru hingga sepertiga, dengan target mencapai 100 persen kemasan yang dapat didaur ulang atau digunakan kembali secara global. Upaya ini juga sejalan dengan ambisi Nestlé dalam mengimplementasikan Packaging Recovery and Recycling Plan, salah satunya dengan memastikan jumlah plastik yang digunakan diimbangi dengan pengumpulan dan pengelolaan kembali melalui berbagai inisiatif. Hal ini dilakukan guna mencegah lebih banyak kemasan berakhir tempat pembuangan akhir (TPA) dan perairan.
Peresmian ini menambah total menjadi 15 fasilitas Nestlé Indonesia Waste Station yang telah dihadirkan perusahaan di berbagai kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Bali. Sejak diinisiasi pada 2023, fasilitas ini menunjukkan peningkatan performa yang signifikan. Secara kumulatif, Nestlé Indonesia Waste Station telah berhasil mendukung penyerapan lebih dari 244.000 kilogram sampah per awal 2026. Sepanjang tahun 2025 saja, volume pengumpulan mencapai 126,16 ton, meningkat 46,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan partisipasi lebih dari 14.154 pengguna atau tumbuh 44,6 persen secara tahunan dan terus menunjukkan tren peningkatan hingga kuartal pertama 2026. Hal ini mencerminkan efektivitas pendekatan yang konsisten dan kolaboratif dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam memilah sampah.
Corporate Affairs Director Nestlé Indonesia Fajar Dewantara menambahkan, “Nestlé Indonesia berkomitmen untuk terus mendorong inovasi dalam pengembangan kemasan berkelanjutan dan juga pengelolaan sampah kemasan pasca konsumsi. Kami percaya dalam menghadapi tantangan persampahan yang semakin kompleks, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci. Melalui Nestlé Indonesia Waste Station, kami ingin mendorong peran aktif industri, ritel, mitra pengelola sampah, dan masyarakat untuk bersama sama membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi serta memberikan dampak nyata yang bermakna bagi lingkungan.”
Melalui kolaborasi dengan Alfamart yang memiliki jaringan ritel luas dan dekat dengan area permukiman, Nestlé Indonesia Waste Station dihadirkan untuk memudahkan masyarakat dalam membangun kebiasaan bijak kelola sampah dari rumah. Inisiatif ini dioperasikan oleh Rekosistem selaku waste management partner Nestlé Indonesia. Pengguna dapat menyetorkan sampah anorganik yang telah dipilah dan dibersihkan, melakukan registrasi melalui pemindaian QR code, serta memperoleh poin berdasarkan jenis dan jumlah sampah yang disetorkan. Poin tersebut kemudian dapat ditukarkan dengan voucher belanja, sehingga memberikan insentif nyata untuk mendorong partisipasi secara konsisten.
Property and Development Director Alfamart Hans Harischandra menyampaikan, “Sebagai ritel yang hadir dan tumbuh bersama masyarakat, Alfamart berkomitmen untuk terus mengambil peran aktif dalam mendorong solusi keberlanjutan, khususnya dalam pengelolaan sampah di tingkat komunitas. Kolaborasi bersama Nestlé Indonesia dan Rekosistem ini menjadi langkah konkret kami dalam menghadirkan fasilitas yang mudah diakses masyarakat sekaligus mendorong perubahan perilaku menuju pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab. Melalui Waste Station yang terintegrasi dengan aktivitas belanja sehari-hari, kami ingin menghadirkan pengalaman baru bagi konsumen, di mana berbelanja tidak hanya memenuhi kebutuhan, tetapi juga memberikan kontribusi langsung bagi lingkungan. Ke depan, kami berharap kolaborasi ini dapat terus diperluas ke lebih banyak titik gerai Alfamart di berbagai wilayah, sehingga manfaatnya semakin dirasakan oleh masyarakat luas. Hal ini sejalan dengan komitmen kami untuk terus bergerak menuju green retailing leader di Indonesia, melalui berbagai inisiatif berkelanjutan yang melibatkan pelanggan, mitra, dan komunitas secara bersama-sama.”
Pendekatan yang mengintegrasikan kemudahan akses, sistem digital yang terhubung, serta insentif bagi konsumen ini menjadi bagian dari strategi Nestlé dalam mendorong perubahan perilaku konsumen, sejalan dengan pilar Packaging Sustainability, khususnya dalam mendorong Rethinking Behaviour – bagaimana memastikan adanya perubahan kebiasaan di tingkat masyarakat. Inisiatif ini juga mendukung implementasi Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. 75 Tahun 2019 tentang Peta Jalan Pengurangan Sampah oleh Produsen.
Selain Waste Station, Nestlé Indonesia juga terus mengembangkan berbagai inisiatif pengelolaan sampah pasca konsumsi, termasuk Waste Dropbox, sebagai bagian dari komitmen Packaging Recovery and Recycling Plan (PRRP) untuk memastikan kemasan pasca konsumsi dapat dikelola secara optimal dalam ekosistem daur ulang yang tersedia. “Melalui inisiatif ini, kami berupaya menghadirkan kontribusi yang relevan bagi masyarakat di tingkat komunitas, khususnya dalam mendukung pengelolaan sampah pasca konsumsi yang lebih terstruktur. Kami percaya bahwa kolaborasi berkelanjutan merupakan kunci dalam membangun sistem yang lebih terintegrasi di Indonesia,” tutup Fajar Dewantara. (FA)











Comment