Saat baru memasuki dunia kerja, kebanyakan anak muda lebih memilih pesan makanan melalui layanan food delivery karena cara tersebut dianggap praktis. Biasanya langkah itu, dilakukan orang dimana mereka belum mengenal area tempatnya bekerja.
Namun demikian, seringkali masa “bulan madu” layanan pesan antar juga cepat berlalu. Belum lagi potongan dari aplikator ke penjual makanan yang membuat harga menjadi lebih mahal, yang terkadang jadi jebakan ganda dengan lebih baik beli lebih banyak untuk mendapatkan harga yang lebih murah.
Jika dicermati, situasi seperti ini membuat potensi kebocoran anggaran makan pada pekerja muda. Di titik inilah perlunya literasi dan inklusi keuangan dalam pengelolaan anggaran makan. Dengan pemahaman akan pengelolaan keuangan, strategi food prep dan meal planning.
Untuk menyiasati waktu-waktu ketika harus membawa bekal, food prep bisa berjalan di akhir pekan setelah sebelumnya menyusun meal plan.
Adapun, layanan finansial yang baik menjangkau semua pekerja muda, tidak hanya di kota besar tapi juga semua penjuru Indonesia. Pembelian bahan makanan untuk perbekalan juga menyesuaikan perencanaan makanan periode itu. Pembelanjaannya juga menyesuaikan anggaran yang sudah direncanakan.
Alokasi belanja makanan dan bahan pangan pekerja muda kini lebih mudah dengan perkembangan teknologi digital banking.
Dengan begitu, batas maksimal pengeluaran bulanan serta memantau setiap transaksi belanja harian secara otomatis aksesnya ada dalam genggaman.
Layanan blu by BCA Digital hadir menyediakan solusi finansial pengelolaan bujet makan yang sangat fleksibel, selaras dengan semangat Tumbuh Bareng Kamu. Adopsi layanan perbankan digital terpercaya menjadi langkah taktis untuk menikmati sajian lezat dan sehat setiap hari tanpa khawatir kondisi harian, bulanan, ataupun alokasi dana tabungan. (FA)









![[Foto 4] Chrisanti Bersama Narasumber lainnya](https://storypreneur.id/wp-content/uploads/2022/01/Foto-4-Chrisanti-Bersama-Narasumber-lainnya-150x150.jpg)
Comment