Dapur keluarga kembali menjadi panggung utama lewat Kompetisi Cinta Warisan Indonesia, penutup rangkaian kampanye Ini Rasa Kita 2026 dari McDonald’s Indonesia. Sebanyak 20 resep warisan keluarga dari berbagai daerah akan berkompetisi untuk menjadi inspirasi pengembangan menu Ayam Krispy McD bercita rasa nusantara pada tahun 2027.
Adapun, dua resep terbaik, masing-masing dari kategori saus dan sambal, akan ditentukan melalui tahap Live Cooking Competition di Jakarta. Sebelumnya, ratusan kreasi resep telah meramaikan kompetisi yang digelar melalui Instagram McDonald’s Indonesia pada 21 Agustus hingga 30 September 2026, sebelum akhirnya terpilih 20 finalis.
Sebanyak 20 finalis Kompetisi Cinta Warisan Indonesia mengenakan apron kuning saat tampil di atas panggung press conference McDonald’s Indonesia di hotel Ciputra Cibubur Jakarta, Rabu (28/10/2026)
Membuka Ruang bagi Resep Keluarga untuk Dikenal Lebih Luas
Setiap resep keluarga menyimpan karakter rasa dan cerita yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Namun, banyak di antaranya hanya dikenal di lingkungan terdekat atau daerah asalnya. Lewat kompetisi ini, McDonald’s Indonesia memberi kesempatan kepada masyarakat untuk memperkenalkan resep warisan keluarga mereka ke khalayak yang lebih luas sekaligus mengeksplorasi kekayaan kuliner lokal sebagai inspirasi inovasi menu.
McDonald’s Indonesia tercatat menjadi Quick Service Restaurant (QSR) pertama di Indonesia yang membuka kesempatan bagi masyarakat untuk berbagi resep warisan keluarga dan menjadikannya inspirasi menu.
“Membawa semangat ‘Sepenuhnya Indonesia’, kami ingin menghadirkan kampanye ‘Ini Rasa Kita’ lebih dari sekadar peluncuran menu bercita rasa lokal. Selama 35 tahun perjalanan kami tumbuh bersama masyarakat, kami melihat bahwa setiap keluarga memiliki resep yang menyimpan cita rasa, cerita, dan kenangan khas yang telah diwariskan lintas generasi. Oleh karena itu, lewat Kompetisi Cinta Warisan Indonesia, kami ingin membuka ruang bagi masyarakat luas untuk ikut menjadi bagian dari perjalanan ‘Ini Rasa Kita’,” ujar Caroline Kurniadjaja, Associate Director of Marketing McDonald’s Indonesia.
Lima Tantangan Live Cooking Competition
Pada tahap Live Cooking Competition, 20 finalis akan menunjukkan karakter resep masing-masing, mengolah dan menyajikannya langsung di hadapan juri, serta berbagi cerita di balik resep yang mereka bawa. Kompetisi terdiri dari lima tahapan tantangan yang dirancang untuk mengeksplorasi kreativitas peserta dan potensi pengembangan resep. Di setiap tahap, juri menilai karakter, cita rasa, kreativitas, serta potensi pengembangan resep, termasuk kesesuaiannya jika dipadukan dengan Ayam Krispy McD.
Dua alumni MasterChef Indonesia, Chef Firhan dan Chef Yulita, kembali terlibat sebagai juri utama setelah sebelumnya sukses meluncurkan menu kolaborasi bersama McDonald’s Indonesia, yakni Ayam Krispy McD Kari Medan dan Ayam Krispy McD Sambal Matah. Chef Firhan akan berfokus pada resep saus, sementara Chef Yulita menilai resep sambal. Mereka ditemani Shareen Jethnani, food and lifestyle vlogger, sebagai juri tamu.
“Dari resep yang kami seleksi, saya melihat betapa beragamnya kreativitas peserta dalam menghadirkan cita rasa yang merepresentasikan kekayaan kuliner lokal. Khusus untuk kategori saus, tantangannya adalah menemukan karakter rasa yang dapat hadir sebagai pelengkap namun memberikan pengalaman berbeda yang tetap seimbang serta tidak menutupi cita rasa Ayam Krispy McD,” jelas Chef Firhan.
Dari sisi sambal, Chef Yulita menyoroti karakter dan rasa sebagai aspek penting sekaligus tantangan tersendiri.
“Dalam proses penilaian, saya ingin melihat bagaimana peserta mempertahankan ciri khas resep keluarga mereka dan menghadirkan perpaduan rasa harmonis dengan Ayam Krispy McD. Menarik untuk melihat resep mana yang mampu menawarkan pengalaman kuliner yang lebih luas tanpa kehilangan identitas aslinya,” tambah Chef Yulita.
Sementara itu, Shareen mengapresiasi konsistensi McDonald’s Indonesia dalam menghadirkan menu bercita rasa lokal dari tahun ke tahun.
“Sebagai pencinta kuliner, saya selalu senang menemukan hidangan yang tidak hanya enak, tetapi juga punya cerita menarik di baliknya. Saya jadi semakin penasaran melihat berbagai resep yang dibawa para peserta dan cerita di baliknya,” ujarnya.
20 Resep Warisan dari Berbagai Penjuru Nusantara
Para finalis datang dari berbagai daerah, mulai dari Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, hingga Bali. Berikut 20 resep yang berhasil lolos ke tahap Live Cooking Competition:
• Woku Belanga khas Manado, oleh Nurlisda Meivana Azhar (Balikpapan, Kalimantan Timur)
• Sambal Bajak Laot khas Kediri, oleh Agung Prasetiono (Sidoarjo, Jawa Timur)
• Saus Malbi khas Palembang, oleh Mauria (Jambi)
• Sambal Sanjai khas Minang, oleh Okky Ferdian (Tangerang, Banten)
• Saus Krengsengan Manten khas Surabaya, oleh Dina Novita Andriana (Surabaya, Jawa Timur)
• Sambal Cobek Tempong khas Banyuwangi, oleh Tri Eko Setiyowati (Bekasi, Jawa Barat)
• Saus Bumbu Hitam khas Madura, oleh Santalia Yokohari (Jakarta Pusat, DKI Jakarta)
• Sambal Pacri Nanas khas Melayu, oleh Nabela (Tanjung Uban Selatan, Kepulauan Riau)
• Bumbu Kecap Jebugarum khas Bali, oleh Felly Sitta Maya Sari (Cikarang, Jawa Barat)
• Sate Padang khas Padang, oleh Sakinah Mardhatillah (Bekasi, Jawa Barat)
• Sambal Goang Bakar khas Jawa Barat, oleh Ahanura Roza (Cimahi, Jawa Barat)
• Saus Bistik khas Solo, oleh Devan Andhika Saputra (Semarang, Jawa Tengah)
• Sambal Gami khas Bontang, oleh Nur Efia Wahyuni (Kulon Progo, DI Yogyakarta)
• Saus Napinadar khas Batak, oleh Elisa Nataleni (Semarang, Jawa Tengah)
• Sambal Embe Asap Gula Aren Limau khas Bali, oleh M. Abdillah (Sunggal, Sumatra Utara)
• Saus Aceh Tumeh khas Aceh, oleh Muhammad Najih Naufal (Sleman, DI Yogyakarta)
• Sambal Dabu Dabu khas Manado, oleh Ainur Rachmawaty (Surabaya, Jawa Timur)
• Saus Paniki khas Ternate, oleh Endri Supriatna (Tangerang, Banten)
• Sambal Pecel khas Jawa Timur, oleh Nur Hidayah (Barito Kuala, Kalimantan Selatan)
• Saus Pindang Nanas khas Palembang, oleh Orin Putri (Batam, Kepulauan Riau)
Kenangan Dapur Ibu dan Nenek di Balik Setiap Resep
Di balik nama-nama hidangan tersebut, tersimpan kisah keluarga yang personal. Sebagian besar finalis mengaitkan resepnya dengan sosok ibu dan nenek, serta momen kebersamaan yang selalu dirindukan.
Ahanura Roza dari Cimahi, misalnya, membawa Sambal Goang Bakar yang selalu dimasak ibunya setiap anak dan cucu pulang ke Majalaya. Lama-lama, hidangan itu menjadi tradisi yang dinantikan saat keluarga berkumpul.
“Sejauh apa pun perjalanan, selalu ada rasa masakan ibu yang menunggu untuk membawa kita pulang,” tuturnya dalam kisah yang ia tulis untuk kompetisi ini.
Cerita lain datang dari Agung Prasetiono lewat Sambal Bajak Laot. Nama itu lekat dengan keseharian ibunya yang bertani: “bajak” berasal dari kegiatan membajak sawah, sedangkan “laot” dalam bahasa kampungnya berarti sawah. Ibunya biasa memasak sejak pagi agar keluarga tetap punya makanan saat sore, meski seharian sibuk di sawah. Adapun Mauria mengangkat Saus Malbi Palembang yang mengingatkannya pada almarhum ibu. Dulu, hidangan istimewa ini hanya bisa dinikmati setahun sekali karena biasanya disajikan saat pesta atau acara adat.
Resep lain tumbuh dari warisan yang menembus generasi. Elisa Nataleni menghadirkan Saus Napinadar yang terinspirasi dari ibunya yang bersuku Batak, hidangan yang bagi masyarakat Batak menjadi simbol doa dan harapan baik. Dina Novita Andriana meneruskan Krengsengan Manten buatan neneknya yang kerap hadir di hajatan kampung, sementara M Abdillah menjaga kenangan tentang sang nenek lewat Sambal Embe Asap Gula Aren Limau. Ada pula Felly Sitta Maya Sari dengan Bumbu Kecap Jebugarum, yang namanya berasal dari bahasa Bali, “jebug arum” atau buah pala.
Tidak semua resep lahir dari dapur sendiri. Nur Hidayah dari Barito Kuala mengenal bumbu pecel di usia tujuh tahun ketika diajak ayahnya yang pernah merantau ke Surabaya, dan rasa itu terus melekat hingga kini. Nur Efia Wahyuni dari Kulon Progo mengenal sambal gami khas Bontang dari saudaranya di Kalimantan, lalu memodifikasinya sesuai selera keluarga. Endri Supriatna pun punya cerita unik: istrinya sempat terkejut saat tahu Paniki identik dengan kelelawar, tetapi akhirnya mengakui rasanya enak.
Sebagian finalis juga mengolah warisan rasa menjadi kreasi baru. Orin Putri dari Batam meramu karakter pindang dan sambal nanas khas Palembang menjadi saus yang dipadukan dengan Ayam Krispy McD, sedangkan Okky Ferdian membuktikan bahwa sambal Sanjai tetap menjaga tekstur krispi ayam meski dibalut sambal.
Dua pemenang utama, masing-masing dari kategori saus dan sambal, akan mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp35.000.000, voucer pembelian alat masak senilai Rp10.000.000, serta kesempatan mengembangkan resepnya menjadi menu Limited Time Offer (LTO) McDonald’s Indonesia pada waktu yang ditentukan perusahaan. Sementara itu, 18 pemenang lainnya akan menerima voucer pembelian alat masak senilai Rp1.000.000 hingga Rp2.000.000.
Seluruh peserta yang lolos ke tahap Live Cooking Competition juga akan mendapatkan Golden Ticket McD. Selain itu, masyarakat Indonesia dapat ikut berpartisipasi dalam voting yang dibuka secara daring untuk menentukan satu resep yang menjadi Juara Favorit. (Paris)











Comment