Indonesia Financial Group (IFG) bersama Berdaya Bareng menyelenggarakan Inaugurasi Program Lanjutan KolaborAKSI: UMKM Naik Kelas, Semua Berdaya sebagai upaya memperkuat kapasitas dan daya saing pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya perempuan dan penyandang disabilitas. Melalui pembelajaran, pendampingan pengembangan bisnis, serta perluasan akses pasar, program ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan UMKM yang inklusif dan berkelanjutan.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Divisi Pengadaan dan Pengelolaan Aset IFG, Co-Founder BerdayaBareng, serta perwakilan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Provinsi DKI Jakarta.
Adapun, rangkaian kegiatan mencakup sesi pembelajaran, final pitching proposal bisnis, mini showcase produk UMKM dan pengembangan jejaring pasar.
Perkuat Kapasitas UMKM melalui Rangkaian Pembelajaran dan Pendampingan
Program KolaborAKSI: UMKM Naik Kelas, Semua Berdaya telah dimulai sejak 19 Agustus 2026 melalui rangkaian pembelajaran dan penguatan kapasitas bagi pelaku UMKM perempuan dan penyandang disabilitas di wilayah penunjang DKI Jakarta. Materi pembelajaran dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta sesuai kebutuhan pengembangan usaha masing-masing.
Dalam rangkaian inaugurasi, peserta mengikuti seminar “Dari Produk Jadi Konten: Cara UMKM Menarik Pelanggan Lewat Media Sosial” yang membahas pemanfaatan informasi produk, proses usaha, dan pengalaman pelanggan menjadi konten pemasaran untuk memperkenalkan bisnis, membangun kepercayaan, serta menjangkau calon pelanggan.
Melalui studi kasus dan praktik langsung, peserta juga memperoleh kesempatan mengembangkan konten pemasaran dengan memanfaatkan produk dan sumber daya yang dimiliki. Seminar ini berkolaborasi dengan IFG Disability Community yang menaungi seluruh karyawan penyandang disabilitas di ekosistem IFG.
Selain itu, kegiatan ini juga menghadirkan Mini Showcase UMKM sebagai wadah untuk memperkenalkan produk dan memperluas jejaring pasar, serta Final Pitching Proposal Bisnis bagi peserta terpilih untuk mempresentasikan rencana pengembangan usaha di hadapan dewan juri.
Tujuh UMKM Terpilih dalam Tahap Final Pitching Proposal Bisnis
Sebanyak 13 pelaku UMKM mengikuti praktik pitching proposal bisnis pada September 2026, terdiri atas sebelas pelaku usaha makanan dan minuman, satu pelaku usaha kriya atau kerajinan, serta satu pelaku usaha jasa. Dari proses tersebut, 12 peserta terbaik terpilih untuk melanjutkan ke tahap final pitching dalam rangkaian inaugurasi. Selanjutnya, dari proses final pitching, 7 orang peserta akan mendapatkan bantuan modal usaha berupa barang yang akan diberikan sesuai dengan kebutuhan usaha mereka.
Pada tahap ini, peserta mempresentasikan rencana pengembangan usaha dan memperoleh masukan dari dewan juri sebagai bahan evaluasi serta pengembangan strategi bisnis.
Tahapan ini menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk mengasah kemampuan menyusun dan mengomunikasikan strategi bisnis sekaligus memperoleh perspektif tambahan dalam mengembangkan usaha.
Mendorong UMKM yang Lebih Inklusif dan Berkelanjutan
Pengembangan UMKM membutuhkan lebih dari sekadar pelatihan. Pelaku usaha juga memerlukan pendampingan dan kesempatan untuk menerapkan pengetahuan, mengevaluasi strategi bisnis, memperkenalkan produk, serta membangun jejaring yang mendukung keberlanjutan usaha.
“Melalui KolaborAKSI, IFG berkomitmen memperluas kesempatan bagi pelaku UMKM, termasuk penyandang disabilitas, untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing usaha. Pembelajaran pemasaran digital membantu peserta mengomunikasikan keunggulan produk, membangun kepercayaan pelanggan, dan menjangkau pasar yang lebih luas. Upaya ini sejalan dengan Asta Cita ke-3 dalam mendorong kewirausahaan, sekaligus memperkuat peran IFG sebagai agen pembangunan nasional yang mendukung kemandirian usaha dan pertumbuhan ekonomi inklusif serta berkelanjutan,” ujar Denny S. Adji, Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan IFG kepada Rekan Media di Jakarta Kamis (5/11/2026).
“Bagi kami, pemberdayaan UMKM bukan hanya tentang memberikan pelatihan, tetapi juga menghadirkan kesempatan bagi setiap pelaku usaha untuk mengenali potensi dan mengembangkan kapasitas bisnisnya. Melalui KolaborAKSI, kami ingin memastikan bahwa pelaku UMKM, termasuk perempuan dan penyandang disabilitas, memiliki ruang yang setara untuk belajar, menunjukkan kemampuan, serta mengakses peluang pasar. Kami berharap pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh dapat menjadi bekal bagi peserta untuk terus bertumbuh dan membangun usaha yang berkelanjutan,” ungkap Fany Efrita, Co-Founder BerdayaBareng.
Melalui KolaborAKSI: UMKM Naik Kelas, Semua Berdaya, IFG dan Berdaya Bareng berharap peserta dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh untuk meningkatkan daya saing, memperluas peluang pasar, serta mengembangkan usaha secara berkelanjutan. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem UMKM yang inklusif melalui perluasan akses terhadap pengetahuan, keterampilan, dan kesempatan bagi pelaku usaha untuk tumbuh dan berkembang. (FA)








Comment