Microsoft Elevate Indonesia, bekerja sama dengan Alunjiva Indonesia, menggelar diskusi publik dan pelatihan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) bertajuk Membangun Kapasitas Digital yang Inklusif di Aula Rumah Dinas Wali Kota Pontianak.
Rupanya, kegiatan ini diikuti lebih dari 200 peserta, terdiri atas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta komunitas penyandang disabilitas.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Microsoft memperluas literasi digital dan mendorong pemanfaatan AI secara bertanggung jawab dan inklusif, khususnya bagi kelompok masyarakat yang selama ini memiliki akses terbatas terhadap teknologi digital.
Acara dibuka oleh Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono yang diwakili Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Pontianak, Syamsul Akbar.
Dalam sambutannya, Syamsul menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia dalam menghadapi percepatan transformasi digital.
“Transformasi digital bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga kesiapan masyarakat dalam memahami dan memanfaatkan teknologi secara produktif. Pemerintah daerah mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperluas literasi digital di tingkat lokal,” kata Syamsul dalam keterangan tertulisnya Jumat (13/2/2026).

Dalam sesi pemaparan, Co-Founder Alunjiva Indonesia Fany Efrita menekankan pentingnya pendekatan inklusif dalam adopsi AI, khususnya bagi kelompok perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas.
“Pelatihan ini menempatkan AI sebagai alat untuk memperluas akses ekonomi digital. Perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas dibekali keterampilan praktis menggunakan Copilot agar mereka dapat meningkatkan produktivitas usaha dan kapasitas pembelajaran secara mandiri,” ujar Fany.
Diskusi publik turut menghadirkan Marhasak Reinardo Sinaga, Wakil Ketua Komisi Informasi Provinsi Kalimantan Barat, serta M. Akif, Kepala Dinas Sosial Kota Pontianak. Para narasumber menekankan pentingnya kolaborasi antara sektor teknologi, pemerintah, dan organisasi masyarakat sipil untuk memastikan transformasi digital berjalan secara inklusif, transparan, dan berorientasi pada kepentingan publik.
Sesi pelatihan AI dipandu oleh Pratiwi Hamdhana, Microsoft Elevate Certified Educator. Para peserta diperkenalkan pada pemanfaatan teknologi AI, termasuk Copilot, sebagai alat bantu produktivitas dalam kegiatan usaha dan pembelajaran.
Adapun, salah satu peserta dari komunitas Tuli, Figo, menyampaikan bahwa pelatihan ini memberikan pengalaman baru dalam memanfaatkan AI sebagai alat pendukung kerja.
“Pelatihan ini memberikan akses pembelajaran yang inklusif bagi komunitas Tuli. Saya melihat potensi AI untuk mendukung produktivitas kerja dan pengembangan kapasitas secara berkelanjutan,” ujarnya.

Melalui kolaborasi ini, Microsoft dan Alunjiva Indonesia menegaskan komitmen untuk memperkuat kesiapan masyarakat menghadapi perkembangan AI secara inklusif dan bertanggung jawab. Kegiatan ini diharapkan menjadi model kolaborasi antara sektor teknologi global, organisasi masyarakat sipil, dan pemerintah daerah dalam mendorong transformasi digital yang berdampak sosial dan ekonomi. (FA)






Comment