Berdasarkan Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2024 dan 2025 OJK-BPS, kelompok petani, peternak, pekebun, dan nelayan sebagai bagian dari sektor UMKM memperoleh nilai indeks literasi dan inklusi yang berada di bawah indeks rata-rata nasional.
Dengan demikian, pemanfaatan PKA & PAJK untuk meningkatkan akses pendanaan dan produk Lembaga Jasa Keuangan (LJK) lainnya ILO dan OJK akan melakukan pendampingan implementasi digitalisasi, bekerja sama dengan PEMDA dalam penguatan koperasi sapi perah.
Adapun, literasi keuangan akan
dilaksanakan melalui program
TPAKD di masing-masing Kantor
OJK Daerah.
Djauhari Sitorus, Project Manager Promise II IMPACT dari International Labour Organization (ILO), dalam acara Media Fellowship “Inklusi Keuangan & Berkelanjutan UMKM melalui PROMISE II IMPACT” di Jakarta, Kamis (12/2/2026), mengungkapkan kegiatan ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 8 yang menekankan pertumbuhan ekonomi inklusif dan pekerjaan layak.
“Karena itu, akses keuangan menjadi fondasi penting agar pekerja memperoleh perlindungan sekaligus peluang peningkatan pendapatan,” ucap Djauhari Sitorus kepada Rekan Media di Jakarta.
“Selain itu, peran koperasi diperkuat
sebagai offtaker utama, sehingga UMKM memperoleh kepastian pasar dan rantai pemasaran menjadi lebih
stabil dan berkelanjutan.
Lebih dari itu, menurutnya upaya memperluas akses keuangan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dinilai menjadi kunci mempercepat penciptaan lapangan kerja layak sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Oleh sebab itu, UMKM yang sehat
secara finansial akan mampu bertahan, beradaptasi, dan tumbuh. Langkah kuncinya meliputi pemisahan rekening pribadi-bisnis, pencatatan keuangan berbasis teknologi, dan pengendalian biaya. Menggunakan aplikasi akuntansi untuk meminimalkan kesalahan manual dan meningkatkan efisiensi,” jelas Djauhari Sitorus.
Dia menambahkan, program kolaboratif antara pemerintah, lembaga internasional, dan otoritas keuangan kini difokuskan pada digitalisasi data pelaku usaha, penguatan koperasi, serta pembukaan akses pembiayaan yang lebih luas.
“Dengan dukungan pembiayaan yang tepat sasaran dan sistem digital, tentunya akan membuat produksi meningkat dan pendapatan petani maupun peternak ikut terangkat,” pungkasnya. (FA)






![[JD.ID] Pengguntingan Pita Gerai Wellio di Kota Kasablanka_24 Nov 2021](https://storypreneur.id/wp-content/uploads/2021/11/JD.ID-Pengguntingan-Pita-Gerai-Wellio-di-Kota-Kasablanka_24-Nov-2021-150x150.jpg)




Comment