Saat ini, AWS telah membantu lebih dari 1,3 juta orang mengembankan keterampilan cloud dan AI sejak 2017 melalui rangkaian program, acara, dan kolaborasi yang komprehensif.
Beberapa di antaranya:
• IndonesiapandAI, diluncurkan pada Juni 2026, program ini menyediakan jalur pembelajaran digital mandiri (self-paced) tanpa biaya di bidang cloud dan AI generatif/machine learning (ML)
untuk pelajar Indonesia berusia 18 tahun ke atas. Program ini disampaikan sepenuhnya dalam bahasa Indonesia, tanpa memerlukan keterampilan awal dan tidak dipungut biaya sama sekali.
• MAIN (Mastering AI for Nation-Building), juga diluncurkan pada Juni 2026, adalah akselerator karier gratis selama lima bulan untuk pekerja muda di Jawa Barat. AWS mengembangkan program ini bersama Yayasan Alkademi, Ikatan Alumni ITB, dan BBPVP Bandung di bawah Kementerian Ketenagakerjaan.
• AWS Terampil di Awan menjangkau pelajar, pendidik, dan komunitas yang belum mendapatkan akses memadai; AWS CendekiAwan mempersiapkan mahasiswa menghadapi masa depan. AWS & Dicoding Back-End Academy dan AI Academy memberdayakan developer melalui pembelajaran digital yang didukung oleh beasiswa. AWS re/Start membantu individu yang memiliki keinginan untuk beralih pekerjaan. Sementara, AWS Academy dan AWS Educate adalah program untuk institusi pendidikan tinggi, dan AWS Skill Builder melayani pelajar di seluruh Indonesia.
Profil Peserta
#1 Fajrianwar Fachrul
Fajrianwar Fachrul, yang dikenal sebagai Fajri, adalah anak ketiga dari lima bersaudara dari Semarang, Jawa Tengah. Berasal dari keluarga sederhana, ayah Fajri bekerja sebagai penyedia jasa perbaikan alat elektronik rumah tangga dari pintu ke pintu.
Berlandaskan keinginan untuk mendapatkan penghasilan lebih cepat,
Fajri memutuskan untuk memilih sekolah vokasi dan berhasil lulus dari SMKN 7 Semarang jurusan Teknik
Konstruksi Batu dan Beton.
Setelah lulus, Fajri kemudian bekerja di bagian quality control pada sebuah
produsen beton pracetak. Setelah itu, Fajri memutuskan kembali ke Semarang untuk mencari pekerjaan baru sambil kuliah paruh waktu. Ketika kontrak kerjanya berakhir pada masa pandemi COVID-19, tabungannya habis dan Fajri harus berhenti kuliah.
Alih-alih mencari pekerjaan serupa, Fajri memutuskan untuk mulai dari awal di bidang yang telah lama diminatinya. Ia akhirnya mendapatkan pekerjaan baru dan bergabung dengan sebuah perusahaan Indonesia sebagai React Engineer. Menyadari bahwa ia perlu mempelajari lebih banyak hal tentang
Teknologi Informasi untuk dapat maju dalam peran tersebut, Fajri mengambil langkah proaktif untuk mengembangkan keterampilannya. Setelah menelusuri berbagai pilihan, Fajri menemukan program beasiswa AWS & Dicoding Back-End Academy dan memutuskan untuk mendaftar.
Namun begitu, Fajri tidak hanya
menyelesaikan program tersebut, tetapi juga berhasil meraih sertifikasi AWS Certified Cloud Practitioner kredensial yang diakui secara global dan memperkuat kepercayaan diri serta keterampilannya.
Kini Fajri telah menjalani peran tersebut selama empat tahun terakhir. Ia dipercaya menangani pekerjaan arsitektur melibatkan layanan AWS yang menjadi fondasi operasional bisnis perusahaannya. Fajri juga telah kembali ke bangku kuliah untuk menyelesaikan studinya sambil terus bekerja.
“Dulu, saya harus memilih antara bekerja atau belajar,” kata Fajri kepada Rekan Media di Jakarta Kamis (6/8/2026).
“Sekarang saya bisa melakukan
keduanya. Saya bekerja, saya belajar, dan saya terus berkembang. Program AWS & Dicoding telah membantu mengubah hidup saya dan membuat saya terus bekerja dengan teknologi terbaru,” imbuhnya.
#2 Fajar Darozat
Fajar Darozat, M.Si., mengajar Fisika IBDP di SMAN 1 Matauli Pandan, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, yang terletak sekitar 250 kilometer dari Kota Medan. Mengikuti perkembangan teknologi baru bukanlah hal yang mudah bagi Fajar. Akses ke pengembangan profesional, terutama di bidang yang sedang berkembang seperti kecerdasan buatan (AI), tidak mudah diperoleh oleh seorang guru yang mengajar di daerah pinggiran yang jauh dari pusat kota besar.
Namun rasa penasaran Fajar tidak pernah surut dan siap menyambut peluang yang datang. Saat AWS bekerja sama dengan YPKBI untuk menghadirkan pelatihan AI generatif bagi angkatan pertama guru melalui IndonesiapandAI, Fajar menjadi salah satu peserta program tersebut.
Melalui model train-the-trainer, Fajar menyelesaikan program pemberdayaan tersebut sambil menjalankan tugas mengajar penuh waktu dan berhasil meraih sertifikasi AWS Certified AI Practitioner.
Program ini memberikan lebih dari sekadar pengetahuan teoretis. Fajar mendapatkan pengalaman langsung membangun aplikasi berbasis AI, sehingga pemahamannya tentang cara kerja kecerdasan buatan dalam praktik menjadi lebih terasah.
Pengalaman praktis ini memperkuat kemampuan Fajar menghadirkan
konsep AI di kelas fisikanya dengan cara yang menarik dan mudah dipahami oleh siswa. Fajar berencana memperkenalkan AI dalam pelajaran fisikanya dengan menunjukkan aplikasi yang ia bangun, serta mendorong rekan-rekan pendidik di seluruh Tapanuli Tengah untuk menerapkan AI dalam pengajaran
mereka.
“Meraih sertifikasi AWS AI menunjukkan kepada saya bahwa seorang guru dari daerah pinggiran dapat mencapai standar yang sama dengan para profesional di bidang ini,” kata Fajar.
“Sekarang saya merasa percaya diri untuk mengajarkan AI kepada siswa dan rekan-rekan pendidik saya, karena saya tidak hanya membicarakannya. Saya sudah memanfaatkan dan berkembang bersamanya.” (FA)










Comment